Anda pengunjung ke

Sabtu, 20 Juli 2013

Idealisme

Hai dear..

Tulisan terakhir yang ku post benar-benar terbukti di dunia kerja. Hmph...

Aku berdo’a Allah hanya memberikan jalan yang tepat untukku...

Menguatkanku dalam menghadapi rintangan...

Dan me-menangkanku atas godaan yang datang...

Untuk teman-teman, maaf tidak bisa menjadi contoh bagi kalian...

Tapi aku berharap hati kita menjadi lebih bening dari sebelumnya...

Tengoklah ke dalam diri, apakah setelah itu kita bahkan bisa mempercayai diri sendiri?


Karena pada dasarnya semua yang kita lakukan akan kembali pada diri kita sendiri...

Selasa, 30 Oktober 2012

Kalau mau sukses

Menjalani hari dengan status pengangguran itu lebih berat daripada mahasiswa ya sodara2...

oh, oke..berhenti mengeluh tentang keadaan sekarang ini, yang pasti masih banyak yang harus 
disyukuri ketimbang mengeluh...

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (Q.S. Al-Imran: 139)

Satu hal yang saya ingat dikala susah (saya lupa ini quote dari mana) :

Hidup ini seperti per; semakin kamu tertekan ke keadaan serendah-rendahnya..
suatu saat Allah akan meninggikan kamu setinggi-tingginya..
(persis dengan prinsip momentum kan?)

So, kalo mau sukses, ciptakan keadaan yang sesusah2nya dulu...
maksudnya jangan nggak sabaran dan ambil jalan pintas...
tetap berdo'a dan optimis...
juga, jangan menyepelekan yang namanya barakah...cek ricek dulu apakah jalan yang kita tempuh udah barakah atau belum...

ingat, 
seindah apapun kita merencanakan, lebih indah rencana Allah untuk kita...

Masih di Bekasi,
penuh cinta

 

Kamis, 11 Oktober 2012

Test Performance (?)


Dear all,

Tiba-tiba tangan berasa gatel mau menari di atas keyboard. Sedikit mau cerita soal petualangan mencari kerja selama sebulan ini. Alhamdulillah udah banyak panggilan tes di berbagai perusahaan, tapi belum ada yang kecantol, hehehe..tapi kalo rejeki mah ga kemana-mana kan…?

Yang paling berkesan menurut saya waktu tes kerja di salah satu Bank Syariah di Indonesia walopun waktu pertama kali ngelamar rasanya biasa2 aja, antara lupa dan inget (rada2 ya, susah ngejelasinnya). Saya ngelamar di tempat ini bukan melalui ODP, tapi ngelamar jadi staf biasa aja lewat UI career and expo, maklum waktu itu belum ngerti sama ODP2an.  Waktu di booth Bank tsb, saya sama temen yang sama2 fresh grad yang culun coba2 isi di posisi operational officer (padahal mah kagak ngerti kerjanya apaan).

Tibalah seminggu kemudian saya dapat telepon dari Bank ybs kalo besoknya juga saya diminta datang untuk interview langsung. Okelah, besoknya saya datang dua jam lebih cepat dari waktu yang diminta. Tau ga sodara2? Saya dianterin sama ayah saya lho..(ini mau daftar kuliah neng?)

Pertanyaan pas interview ga ada yang susah sih, paling motivasi bekerja di sana, kelebihan & kekurangan kita, sholat lima waktu, bisa baca qur’an atau ga, udah khatam berapa kali, dst. Nah, lucunya adalah ketika saya ditanya tentang apa itu kerja operational officer. Nah lho..saya jawab aja yang mengurusi administrasi. Spontan bapak penanya langsung bilang, “Bukan itu…op officer itu blah..blah..kamu di back office aja ya?” Karena saya ga ngerti perbankan, saya he’ehin aja sodara….Alhamdulillah saya lolos interview ini dan lanjut ke psikotest seminggu kemudian.

Lagi-lagi di hari test tersebut saya sampai dua jam lebih cepat, pegawai pun belum ada yang datang (tapi yang sekarang ga dianterin ding..). Mojoklah saya di mushola yang imut nan gelap (kasyian mode on). Pertanyaan2 psikotest itu sendiri agak berbeda dengan psikotest yang udah pernah saya jalanin. Ga lebih susah sih, tapi ngurek2 buletan pake pensil 2B nya itu lho…dari dulu saya agak bermusuhan sama LJK pake buletan -__-‘

Alhamdulillah, saya lolos lagi tes ini dan lanjut ke test performance. Namanya juga tes performance a.k.a penampilan. Sempat terpikir di benak saya, back office ngapain pake test performance segala ya? Kan dia di belakang kerjanya…

Untuk itu, saya diminta pake blazer, sepatu high heels minimal 5 cm dan make up. Dueeeeng…tiga2nya ga kuku banget sama saya. Jadilah saya bermake-up seadanya, pake blazer kegedean punya kakak dan hak sepatu cuma 2 cm. Cuek aja, toh badan saya juga udah menjulang…

Ada dua orang juri di sana, yang satu bapak2 berwajah bulat berkacamata dan satu lagi berjenggot. Pada saat tes dimulai, bapak2 berjenggot embesarkan hati kami bahwa kami bersepuluh adalah peserta yang lolos dari sekitar 100 orang dan nantinya kalo lulus tes ini kami akan diposisikan di frontliner. What? Bukannya kemaren saya diposisiin di back office? Mood saya langsung menurun seketika. Pantesan disuruh bermake-up. Bukannya saya pengen banget di back office. Setahu saya back office juga ga lebih tinggi jabatannya dari fl, tapi yah…ngebayangin saya menghabiskan waktu lama dalam sehari buat dandan?

Kami diminta untuk maju satu persatu memperkenalkan diri dan menyebutkan pengalaman kerja, motivasi bekerja di sana dan definisi standar pelayanan menurut kita. Ketika giliran saya maju di depan peserta yang lain, kedua bapak2 tadi lebih banyak bertanya mengenai organisasi dan pengalaman saya dalam melayani (kan front liner..). Oke, saya jawab dengan sungguh2 semua pertanyaan tadi. Basic kan?

Tiba2 datanglah seorang mbak2 yang ternyata dialah penguji ketiga. Pertanyaan yang dilontarkan ternyata berbeda dengan kedua bapak tadi (yang bikin saya mau ngorek2 tanah).

Kurang lebih begini dialognya,

Q : Mbak pernah dandan ga? Bisa dandan ga? Kapan dandan?
A : (nelen ludah) Bisa, waktu saya wisuda.
Q : Pake blash on? Dan sebagainya?
A : Saya ga pake make up yang berlebihan bu
Q : Kalo kayak mbak itu ? (sambil nunjuk salah satu peserta yg bermake up)
A : Menurut saya berlebihan
Q : Kalo kayak mbak itu ? (sambil nunjuk salah satu peserta yg bermake up ga begitu tebal)
A : Nggak bu..
Q : Kalo saya?
A : Nggak bu..
Q : Karena saya penguji kamu kan makanya kamu ngomong begitu? Kamu mau ga nanti jilbab kamu ga selebar itu?
A : (ngedip bingung) Maksud ibu ga menutupi dada?
Q : Iya.
A : Maaf bu, saya ga bisa.
Q : Kalo nanti ada nasabah yang genit, gimana reaksi kamu?
A : Saya tegas menghadapinya. Tapi kalo selama dia ga melecehkan saya, saya tetap layani dengan baik
Q : Kalo dia minta nomor hp kamu dengan alasan untuk nanya2?
A : Selama pertanyaannya mengenai administrasi, ga masalah
Q : Kalo kamu ga sholat tepat waktu mau ga?
A : Harus ada yang menggantikan kerja saya
Q : Lagi ga ada orang misalnya, terus di depan kamu lagi ada nasabah
A : Bisa saya tunda selama itu ga menyebabkan saya lalai. Selama itu belum mendekati masuk waktu sholat selanjutnya

Pertanyaan selesai dan seisi ruang menjadi hening seketika. Husnudzon saya, mbak tadi ga ingin menjerumuskan saya untuk nunda sholat, tabarruj, dst dengan saya menjadi frontliner.

Saya langsung bisa menebak hasilnya dan ikhlas.  Saya cuma yakin kalo Allah akan ngasih yang terbaik buat saya dan rizki Allah itu ga berbanding terbalik sama panjang jilbab yang kita pake kok. Jadi, waktu saya ga ditelpon2 sama pihak Bank, saya malah lega dan ga kecewa walau tinggal selangkah lagi.

Thanks for reading..

Penuh cinta,

Rusyda Taqiyya



Minggu, 09 September 2012

Graduation Day

So, finally, I'm here...at Balairung, September 7th 2012.

Gaudeamus Igitur 
Juvenes dum sumus
Gaudeamus Igitur 
Juvenes dum sumus
Blah..blah...* i forgot the lyrics


When my first time in campus, many people asked me, "Why did you choose that?"
I said, "dunno, i was the only one who done physics homework in high school"

I never imagine how to become the best one in Physics, but i olny think how to survive here..

You know? it seems like a dark square pool...but when you try to swim in, you'll never reach... 
the base..

But, my parents  (a truck of love for them) never disapoint or complain on me...
even after 5 years i studied here...

Now, it's a new beginning for me,
to get my bright future,
to make you proud of me,
to make your dreams of me become true,
Mom & Dad..

 
wish you can study there my little honey bunny sweety 

and also you, my bro :)
Me and Olid
Tanpa milla dan umair, hiks :(
my lab mates
our lecturer, DR Supriyanto

Brought to you with love, 

Rusyda Taqiyya, S.Si

Selasa, 20 Maret 2012

Headline : LDK Tunas Muda

Salam.



“Berikan padaku 10 orang pemuda niscaya aku akan mengguncangkan dunia..” Ir. Soekarno


Demikian ungkapan yang diucapkan oleh bapak proklamasi Indonesia untuk menggambarkan sejauh mana kapasitas seorang pemuda dalam perannya terhadap perubahan. Tapi bayangkan kalau nggak cuma 10 pemuda saja yang berkumpul, namun 100? Bakal jadi apa ya kira-kira? Guncangannya sejagad raya kali ya…


Yak, itulah yang terjadi di Taman Wiladatika, Cibubur, 17-18 Maret 2012 dimana 100 pemuda dari seluruh Indonesia berkumpul pada hari tersebut. Untuk apa? Yang jelas nggak buat bikin Jakarta macet.


Nah, pada acara yang dinamakan LDK Tunas Muda 2012 tersebut, penulis juga berkesempatan menjadi salah satu pesertanya, mewakili Jawa Barat khususnya Bekasi. Alhamdulillah yah…^^



Acara yang dibawakan oleh lembaga training Turstco dan bekerjasama dengan GMPro ini sama sekali nggak memberi kesempatan pada peserta untuk bosan karena acara dibuat seasik dan sehepi mungkin dengan games yang seru-seru. Kemudian, acara diresmikan secara langsung oleh Bapak Luthfi Hasan Ishaq setelah materi panjang beliau mengenai Masa Kejayaan Islam. Singkatnya, secara garis besar apa yang saya tangkap dari materi beliau adalah hendaknya setiap kita memiliki peran dalam mengembalikan kembali kejayaan Islam sekecil apapun itu, karena suatu bangunan tidak akan berdiri tanpa batu bata yang menyusunnya. Jangan pernah berpikir apakah ketika masa kejayaan Islam itu datang, kita masih ada di dunia atau tidak. Namun berpikirlah apa yang bisa kita sumbangkan untuk itu.


Selanjutnya, materi diberikan oleh Bapak Dedy Martoni dari Nurul Fikri. Melihat sosok beliau, kita mungkin akan teringat sama profesornya Richie Rich yang kocak, Keenbean. Begitupun dengan prof Keenbean, sepertinya pembicara kita kali ini adalah orang yang selalu gembira dan bisa membuat orang disekitarnya ikut gembira. Disini, beliau mempresentasikan materi mengenai Karakter Kepemimpinan Pemuda dengan mengacu pada Al-Qur'an dan sejarah kepemimpinan para rasul berikut sifat-sifat mereka yang patut kita teladani.

Materi penutup hari itu diberikan oleh pembicara yang super spesial. Siapakah dia? Dia adalah Menteri Komunikasi dan Informatika, yaitu Bapak Ir. Tifatul Sembiring. Sudah tentu semua orang yang hadir di sana menyambut meriah kehadiran beliau. Terus terang, saya terkaget-kaget dengan cara berbicara pak Tif (panggilan beliau) yang lo-gue abis tapi tetap sopan dan berwibawa. Beliau juga tak lupa memberikan selipan-selipan pantun yang sudah menjadi ciri khas beliau.


Materi yang pak Tif bawakan mengenai teknik berkomunikasi atau public speaking. Beliau juga berpesan kepada peserta bahwa gelar yang diberikan Allah untuk kita adalah jundullah (tentara Allah) dan dengan diberikannya gelar tersebut, kita tidak memposisikan diri kita sebagai sipil, namun militer. Nah, maksudnya apa? Disiplikan diri sendiri mulai dari hal yang kecil, seperti bangun pagi, qiyam, sholat di masjid, olahraga, tilawah rutin, etc.


NP : Saking terpesonanya dengan kehadiran pak Tif, saya sampai lupa untuk ngambil foto beliau..T_T


Ok, kita lanjut ke hari kedua ya…


Di hari kedua, kami disuguhi outbond yang menarik-menarik dari Trustco (walaupun ada beberapa yang sudah pernah) dan yang paling seru adalah….paintball! Wow,I become addicted to this game!


Tantangan yang diberikan adalah merebut bendera yang berada di tengah lalu menancapkannya ke benteng musuh. Info aja, di permainan ini kelompok saya kalah dan saya masih menyimpan kenang-kenangan tersebut di tangan saya berupa bekas memar terkena peluru. Hiks…


Outbond selesai, kami semua kembali ke penginapan untuk ishomaman (istirahat sholat makan mandi :p). Acara kemudian dimulai lagi dengan kuliah singkat dari ketua GMPro dan dilanjutkan dengan ramah tamah dari bintang tamu, yaitu ust Taufik Ridho, personil grup nasyid Shoutul Harokah. Berbicara mengenai ustadz kita yang terakhir ini, saya membayangkan seorang ustad berjenggot dan koko putih lengan pendek. Awalnya saya berpikir MC salah sebut, itu mah Ebiet G Ade. Hehe. Yup, beliau memang mirip dengan penyanyi kondang tersebut, malah lebih muda lagi : Jaket junkies, kacamata dua warna dan celana jeans.


Sebagai permintaan maaf beliau karena tidak bisa menghadirkan Maher Zain, yang sehari sebelumnya dijanjikan hadir, beliau memberikan secara cuma-cuma keping CD album terbaru Shoutul Harokah dan menyanyikan dua buah lagu yang dibawakan secara akustik untuk kami. Arigato gozaimas ustadz…


Acara yang seru ini akhirnya ditutup dengan pendeklarasian Forum Tunas Muda Angkatan 1 dengan kami semua terlibat di dalamnya. Tugas terdekat kami adalah mempersiapkan pendeklarasian forum ini yang akan dilaksanakan di Medan dalam jangka waktu dekat. Oleh karena itu, beberapa orang dari peserta diutus menjadi formatur yang bertugas untuk mengkoordinasikan acara tersebut.


Oh ya, info lagi, kelompok saya menjadi kelompok terbaik untuk akhwat lho…hehe *numpang


Walaupun acara sudah berakhir dan masing-masing peserta kembali ke daerahnya, di dalam hati, kami menyimpan azzam yang menggelora untuk terus berkontribusi dalam meraih kembali kejayaan Islam. Ayo kawan, harapan itu masih ada!


Rabu, 01 Februari 2012

zuhud


Kembali bermalam di kampus, saya menemukan sebuah nasyid yang bagus berjudul 'zuhud III' yang dibawakan oleh seniornya grup nasyid di Indonesia, Suara Persaudaraan:


Inilah dia kuda beruda dua
Kuda tunggangan tercanggih milik kita
Berlari dengan kecepatan sahaja
Memburu waktu alternatif yang ada
Sebuah kendaraan motor roda dua
Buatan pabrik dua windu dulu kala
Buatan pabrik dua windu dulu kala

Meskipun demikian kami mensyukurinya
Nikmat dan karunia yang Alloh berikan
Karna itu adalah hakekatnya amanah
Yang di titipkan oleh Alloh

Rasululloh tlah mengajarkan kita
Dengan berzuhud terhadap harta dunia
Qonaah dengan segala pemberiannya
Istiqomah napak tilasi jalan surga
Istiqomah napak tilasi jalan surga

Inilah dia kuda beruda dua
Kuda tunggangan tercanggih milik kita
Berlari dengan kecepatan sahaja
Memburu waktu alternatif yang ada
Sebuah kendaraan motor roda dua
Buatan pabrik dua windu dulu kala
Buatan pabrik dua windu dulu kala

Agar tiada tergelincir dalam lembah nista
Banyaklah harta yang bukan milik kita
Letakkanlah di tangan agar siap di tinggalkan
Tiada menjadi beban dalam kehidupan

Rasululloh tlah mengajarkan kita
Dengan berzuhud terhadap harta dunia
Qonaah dengan segala pemberiannya
Istiqomah napak tilasi jalan surga
Istiqomah napak tilasi jalan surga
Istiqomah napak tilasi jalan surga
Istiqomah napak tilasi jalan surga


Nasyid ini menurut saya memiliki arti yang sangat dalam dan menyentuh (ecieeee..). Karena memang, di saat kian hari dunia semakin banyak 'berhias diri', ga sedikit aktivis yang juga terseret ikut 'berhias' dan dengan bangga memperlihatkannya ke khalayak.  Kalau aktivisnya sibuk berhias, ummat mau dikemanain woy? *sok tua

Honda Astrea  97'

Nasyid ini juga mengingatkan saya pada motor tua ummi yang setia menemaninya menuntut ilmu tafsir hadits dan berdakwah..entah dimana sekarang motor itu karena sekarang memang sudah berpindah tangan.

Alhamdulillah Allah sudah menggantinya dengan yang lebih cepat..hehe..tapi jasamu ga akan kami lupakan motor tua...

Jumat, 16 Desember 2011

skripsweet

Salam.

Setelah berbulan-bulan lamanya blog ini menyepi dari usikan hati saya #eaaa akhirnya kini muncul lagi...prokprokprok...

Mau tahu kemana saya selama ini? Haha..emang ada yang nyariin gitu?

Yak, seperti tulisan gak jelas yang saya tulis sebelumnya, saya sedang berusaha untuk maju sidang skripsi semester ini dan ternyata saya harus menunda kelulusan itu semester depan sodara-sodara...

enam bulan menuju toga :)

Jangan tanya kenapa ya...karena saya udah bosen banget ngejelasinnya...hueh..

Untuk yang adik2 kelas saya atau yang belum punya pikiran skripsi mau judulnya apa yah?pembimbing siapa yah?gedein IPK dulu atau langsung ambil skripsi aja yah? Blah blah..ini nasehat saya, selaku mahasiswa tue..dengerin baek2!

  1. Jangan pernah sekalipun targetin lulus di atas 4 tahun. Misal, gara2 keenakan organisasi jadi malah mikir 5 tahun aja deeeh..karena kenyataannya berat banget lho..apalagi untuk seorang organisator, jamnya di kelas ga bisa dibandingin sama jam terbangnya di luar  *ups
  2. Kalo kamu udah di semester yang agak tua, jangan masih mikir mau gedein IPK dulu aja baru ambil skripsi...karena ya penyesalan tinggal penyesalan.Naik sih naik, tapi digitnya kecil seupil *eh. Kenapa ya? Kutukan? Jelas tidak, itung2 lagi dong, sks yang diambil udah banyak juga kan..pasrah aje lo, kemarenan ngapain aje? (kejamnya..)
  3. Niatin bener-bener setahun sebelum target kelulusan itu usaha kalian menghadapi TA, seperti mengurangi hiburan (nonton, baca komik, belanja) dan internetan. Hapus deh tuh yang namanya MV korea2an dari leptop, flashdisk & harddisk (wuih lengkap) kalian. Inget, niat yang lurus itu tercermin dari tekad kita.
  4. Jangan remehin kakak kelas atau senior yang lulus 4 ½ tahun ke atas. Karena ga semuanya lulus segitu karena mereka nyantai atau ngulang kuliah mulu. Lagian, apa hak kita untuk sombong? justru dengan pikiran kita kayak gitu bikin yang di atas ga ridho dan kita pun senasib seperti mereka..
  5. Inget mereka yang telah memeraskan keringatnya untuk kuliah kalian. Nambah semester nambah biaya boooo....belajar lebih giat lagi ya...
  6. Jangan pilih2 pembimbing..siapa kita sombong banget bilang tu pembimbing gak sealiran..ga cocok..ga perhatian..ga pedulian..ga gini..ga gitu...ah itu mah lo aja yang males belajar lagi...inget, kalian tuh udah mahasiswa, bukan siswa lagi..mau ampe kapan disuapin mulu?

Dah tuh,
Ini semua saya rangkum berdasarkan pengalaman pribadi dan di lapangan..sebagai seorang mahasiswa semester akhir banget, kebenarannya udah gak perlu diragukan lagi ya bro & sist...tinggal diaplikasikan..

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...